Teknik Mendapatkan Followers dan Like di Instagram, Twitter, dan Facebook


BAB 3 Strategi untuk mendapatkan follower di social media marketing

Pastikan anda pernah melihat orang/perusahaan yang aktif di Facebook, Instagram, Twitter Dan mempunyai banyak follower.

Itu setiap kali post baru berjuta like, gila bukan...

Lalu anda merasa kagum dan ingin punya follower seperti itu.

Memang sekarang sudah jamanya kayak gitu, Semakin banyak follower-nya, semakin bngga rasanya.

Tapi bukan sekedar kebanggaan saja...

..."Walaupun hanya sekedar hapi-hapi mungkin tujuan bisnis, supaya memiliki follower di social media, ini akan menghasilkan 3 manfaat besar:

1. Otoritas - Kita akan dipercaya sebagai orang yang ahli
2. Pengaruh - Ide yang kita tanam akan menyebar luas
3. Penjualan - Pasti, banyak custamer - dan banyak pembeli

Terus bagaimana cara supaya banyak followernya...?

Padahal sudah bikin post yang menarik, lucu udah bagus lah tiap hari cuma tambah follower 1-2.
Disini anda akan mempelajari 50 hal yang harus dilakukan dan tidak boleh dilakukan supaya mendapatkan follower di Instagram, Twitter, Like facebook.

Semuanya sudah terbukti.

Disini lebih dari 60 tips untuk 3 social media: seperti Facebook, Twitter, Instagram. Silahkan gunakan filter dibawah ini untuk memunculkan kategori yang anda inginkan, supaya tidak terlalu banyak.


Konten


Buat konten yang bermanfaat

Apapun teknik yang anda terapkan, kalau kontennya tidak bermanfaat maka tidak akan bisa berhasil.

Setiap kali ngepost di social media, tanyakan pada diri anda: “Apakah orang selain keluarga dan teman-teman dekat saya akan merasa ini bermanfaat?”

Kesalahan utama, bahkan yang dilakukan oleh para selebriti, yaitu mereka membuat post yang terlalu fokus dengan diri sendiri. Curhatan-curhatan, misalnya.

Kalau anda orang terkenal, tidak masalah…

…tapi kalau anda baru mulai, pastikan bermanfaat bagi semua orang.

Entah itu bermanfaat dalam arti berguna, menghibur, lucu, informatif, dan lain-lain. Intinya, orang lain harus mendapatkan ‘nilai’ dari post anda.

Buat konten yang bisa dibawa pulang

Atau dengan kata lain, file.

Ebook, presentasi, dokumen, audio, video. Apapun, file yang bisa di-download oleh orang lain secara gratis dan bermanfaat bagi mereka.

File punya nilai lebih tinggi dibandingkan teks biasa, sehingga akan mengundang banyak orang untuk datang kepada anda.

Berikan opini terhadap berita/tren yang sedang hangat

Salah satu alasan utama seseorang menggunakan social media adalah karena mereka ingin mendapatkan kabar-kabar terbaru dengan lebih cepat.

Tapi anda pasti akan kalah oleh jurnalis dalam urusan mendapatkan berita.

Solusinya.

Jangan hanya menulis informasi, tuangkan pendapat anda. Lebih bagus lagi apabila pendapat ini bisa membantu orang lain dalam berpikir atau bertindak.

Retweet konten yang menarik dan relevan

Dua manfaat dari retweet:

Memberikan konten yang bagus kepada follower
~ Mendapatkan reaksi positif dari pemilik tweet

Keduanya akan bermanfaat bagi anda.

Ketika menemukan tweet yang menarik dari orang lain, jangan ragu untuk me-retweet. Tidak ada ruginya sama sekali, justru kedua pihak akan berterima kasih.

Asalkan jangan retweet yang bidangnya berbeda jauh dari anda sendiri.

Gunakan lebih dari sekedar tulisan

Dilihat dari datanya, post di social media yang berupa teks mendapatkan jumlah interaksi paling kecil dibandingkan jenis lain.

Foto, video, link, hashtag, semuanya lebih bagus.
Lihat data resmi dari Twitter ini:
Retweet terbanyak
Tweet yang mengandung URL (foto dan video) mendapatkan jumlah retweet hingga 35% lebih banyak dibandingkan teks biasa.

Bahkan sekedar hashtag pun lebih populer.

Sementara ini hasil penelitian untuk Facebook:
Facebook organic reach
Link merajai.

Gini, daripada sekedar menulis teks, carilah link. Bisa berupa bacaan, video, foto, apapun. Yang penting lebih dari sekedar teks.

Pahami jenis-jenis post di social media

Ada 2 jenis orang yang aktif di social media:

Informers: orang yang senang berbagi informasi
Meformers: orang yang senang berbagi informasi, tentang dirinya sendiri

Tipe yang pertama lebih banyak  follower dari pada tipe kedua.

Padahal secara keseluruhan hanya ada 20% informer dan 80% meformer. Artinya sebagian besar orang lebih suka curhat.

Jenis-jenis post di social media beserta contohnya:

Sharing informasi: “Ini bacaan bagus tentang kasus korupsi pemerintah [link]”
~ Promosi: “Ini artikel yang saya buat tentang HP Android [link]”
~ Opini/komplain: “Lagunya si [artis] yang baru ini bagus ya”
~ Pernyataan: “Lebih enak tinggal di Bali daripada Jakarta”
~ Lagi apa: “Huff, capeknya abis pulang kerja”
~ Pertanyaan ke follower: “Nanti sore enaknya share apa ya tweeps?”
~ Muncul: “Akhirnya balik lagi ke Jakarta”, “Morning Tweeps!”
~ Kisah sendiri: “Lupa bawa payung, kehujanan deh”
~ Kisah orang lain: “Gila, ada orang berkelahi di depan SD 4. Yang satu meninggal”

Kategorikan konten yang anda buat ke social media, pastikan apakah murni tentang diri sendiri atau orang lain juga bakal merasa bermanfaat.

Post kata-kata mutiara dan motivasi

Tipe konten seperti ini yang biasanya paling mendapatkan banyak share.

Tapi hati-hati…
…kata mutiara yang saya maksud bukan sekedar copy paste dari orang terkenal. Justru hindari yang sudah terlalu umum dan sering digunakan.

Sering-seringlah membaca artikel/buku.

Kemudian ketika ada kalimat yang keren, post ke social media.

Lebih bagus lagi, gunakan kalimat anda sendiri supaya jadinya jauh lebih mudah dipahami oleh  para follower.

Kata mutiara yang bagus biasanya yang bisa memotivasi orang lain, atau yang isinya relevan dengan permasalahan hidup mereka.

Sesi kultwit, tapi hati-hati

Saya sering melihat akun-akun besar yang melakukan kultwit.

Kepanjangannya ‘kuliah twit’, maksudnya dalam suatu  sesi itu si pemilik akun akan membahas suatu topik dalam beberapa tweet yang isinya berhubungan.

Misalnya kultwit tips blogging, maka isinya seputar topik itu.

Cara ini bisa jadi efektif.

Tapi bisa justru membuat follower anda kabur.

Yang harus anda perhatikan, apakah follower anda memang butuh informasi tentang kultwit tersebut? Apakah mereka akan tertarik?

Kedua, pastikan isinya tidak terlalu panjang.

Biasanya 10 tweet. Kalau jauh melebihi itu, anda justru akan dianggap pengganggu.

Ketiga, ajak follower berpartisipasi.

Bisa dengan mengajak mereka berpendapat tentang tweet anda, atau dengan mengajak mereka memberikan tips/ilmu/cerita sesuai topiknya.

Berikan solusi atas permasalahan orang lain

Sudah kita bahas bahwa post terbaik adalah yang memberikan manfaat.

Inilah jenis manfaat yang terbaik.

Kalau kita berhasil memberikan solusi atas permasalahan orang lain, dalam seketika mereka akan jadi loyal kepada kita.

Dibandingkan post yang berisi motivasi atau hiburan, mungkin jumlah share-nya lebih sedikit. Tapi manfaatnya di balik layar jauh lebih besar.

Ini cara mencari konten solusi:

1. Tentukan satu permasalahan utama dari follower anda
2. Cari di Google, solusi yang populer
3. Buat versi sederhana yang bisa langsung dilakukan sekarang juga oleh mereka
4. Post

Perhatikan tahap ketiga.

Solusi yang anda berikan harus dalam bentuk paling sederhana dan bisa diterapkan langsung oleh orang lain.

Mengapa?

Karena orang-orang di social media itu tidak dalam kondisi aktif. Mereka adalah orang-orang yang sedang berdiam diri, sedang bosan.

Mereka membuka Twitter atau FB bukan untuk memecahkan masalah.

Maka dari itu, kalau anda memberikan solusi yang rumit maka justru akan diabaikan.

Jadi sumber bacaan bagi para follower

Kita sudah tahu bahwa di Twitter dan Facebook yang mendapatkan engagement tertinggi adalah post berupa link. Orang-orang di social media suka membaca artikel yang menarik.

Lihat saja akun seperti @terselubung, punya banyak follower:
Followernya terselubung

Begitu pula dengan akun lain dari situs berita seperti Detik misalnya.

Artinya, salah satu alasan terbesar untuk mem-follow adalah karena orang-orang ingin mendapatkan bacaan yang menarik.

Maka dari itu, sediakanlah bacaan yang menarik.

Lakukan ini:

1. Cari 5 blog terpopuler dalam bidang yang anda sukai
2. Daftar ke Feedly.com
3. Masukkan kelima blog tersebut di sana
4. Periksa tiap hari untuk mendapatkan konten terbaru
5. Post yang paling menarik ke FB atau Twitter

Lebih bagus lagi kalau anda juga punya website sendiri.

Post yang berisi anjuran/larangan

Beberapa bulan yang lalu, di Facebook sempat ada semacam spam yang menyebar luas.

Banyak orang yang akunnya secara otomatis mem-posting link dengan foto-foto porno. Kalau link ini di-klik, maka orang tersebut juga akan kena.

Dari situ kemudian saya membuat tips anjuran/larangan supaya yang baca tidak ikut-ikutan kena.

Ternyata post tersebut banyak di-share.

Karena memang kenyataannya banyak yang butuh informasi tersebut.

Inilah post anjuran/larangan.

Ketika ada kabar/berita/isu hangat di kalangan anda, buatlah post seperti ini. Jumlah share-nya akan jadi lebih banyak daripada biasanya.

Pahami tujuan setiap jenis post, optimasi untuk tujuan tersebut

Ada beberapa tujuan post di social media:
Menghibur
~ Mendidik
~ Menginformasikan
~ Menyelesaikan masalah
~ Menjawab
~ Menjual
~ Mendapatkan klik

1 hal yang perlu anda ingat: SATU post maksimal punya SATU tujuan.
Jangan campur antara post yang menghibur dan post yang bertujuan untuk mendapatkan penjualan. Akan kacau.

Jadi ketika anda akan menulis sesuatu, pastikan dulu tujuannya apa. Gunakan bahasa, gambar/video, dan waktu yang tepat untuk tujuan tersebut.

Buat gambar dengan mudah menggunakan tool ini

Gambar adalah jenis post yang paling banyak mendapatkan engagement dari follower.

Dengan menggunakan gambar, maka jumlah share/like/retweet akan semakin besar dan semakin banyak follower yang akan anda dapatkan.

Masalahnya, tidak semua orang jago desain gambar.

Maka dari itu kita gunakan 2 tool gratis ini untuk bisa membuat gambar dalam hitungan detik.

Pertama, Pablo.

Tool ini fungsinya sederhana, hanya untuk membuat tulisan di atas gambar. Tapi penggunaannya sangat mudah.

Ini contoh gambar yang dibuat dengan Pablo:
Membuat gambar di pablo
Satu lagi, yang lebih lengkap, Canva.

Dibandingkan dengan Pablo, tool ini lebih lengkap fungsinya karena anda bisa menggunakan icon, mengatur dimensi gambarnya, dan fitur lain.

Jadi Canva lebih pas untuk membuat gambar yang lebih kompleks.
Ini contoh hasilnya:
Gambar di Canva
Keren kan?

Karena sudah ada template yang siap digunakan, tanpa mengerti desain grafis pun dalam 1 menit bisa membuat seperti ini.

Oh ya, kalau anda ingin gratis, jangan pilih gambar berbayar di Canva.

Gunakan foto yang terang, bukan gelap di Instagram

Foto yang terang mendapatkan lebih banyak like dan komentar dibandingkan foto yang gelap:
Foto terang instagram

Gunakan foto dengan 1 warna dominan di Instagram

Foto yang menggunakan 1 warna dominan mendapatkan 17% like lebih banyak daripada foto yang berwarna-warni:
satu warna dominan instagram
Masih tentang warna, ternyata warna biru lebih unggul daripada warna kemerahan, jumlah like-nya 24% lebih banyak:
dominan warna biru instagram
Ini tidak selalu berlaku untuk semua jenis foto, karena tergantung apa yang ada di foto tersebut. Tapi cukup menarik juga untuk bahan pertimbangan.

Pilih foto dengan warna yang tidak mencolok di Instagram
saturasi warna instagram
Ternyata foto-foto yang menggunakan warna terlalu mencolok mendapatkan like dan komentar lebih sedikit daripada foto yang warnanya lembut.

Hindari filter bawaan Instagram, jangan pula terlalu banyak mengedit foto
foto tanpa filter instagram
Bukan berarti foto anda tidak boleh di-edit, tapi lebih baik gunakan aplikasi yang terpisah dari filter bawaan Instagram.

Gunakan foto yang kesannya ‘ramai’ di Instagram
Foto yang ramai di instagram
Foto yang kesannya ramai itu maksud saya bukan ramai karena banyak orang.
Contohnya seperti ini. Yang kiri kesannya ramai, sedangkan yang kanan sepi:
Ramai vs Sepi instagram

Gunakan foto yang menampilkan wajah manusia di Instagram

Foto dengan wajah manusia rata-rata mendapatkan 35% lebih banyak like dan komentar:
Foto dengan wajah manusia di instagram

Gunakan aplikasi-aplikasi ini untuk memperindah foto dari smartphone

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, filter bawaan Instagram tidak terlalu efektif untuk meningkatkan jumlah like.

Karena itu, gunakan aplikasi-aplikasi ini:

VSCO: app terbaik untuk mengedit foto (iOS/Android)
~ Over: Menambahkan teks ke gambar (iOS/Android)
~ Layout: menggabungkan lebih dari 1 gambar (iOS/Android)

Masih ada banyak aplikasi yang berhubungan dengan editing foto, tapi kalau anda tidak ingin pusing silahkan gunakan 3 di atas.



Etika




Strategi


Post 1-2x sehari atau lebih di Instagram

Sebenarnya anda bisa saja membuat banyak post di Instagram…
…asalkan kontennya bagus.
Masalahnya, konten di Instagram itu kualitasnya harus tinggi. Kalau tidak, maka follower anda akan segera pergi.
Berdasarkan Buffer, akun milik brand-brand besar menerbitkan 1-2 post per hari di Instagram. Lebih dari itu, tidak ada efek negatif.

Gunakan tag lokasi untuk post di Instagram

Ketika kita mengupload foto di Instagram, maka kita bisa menambahkan lokasi tempat diuploadnya foto tersebut.
Kalau anda menggunakan tag lokasi ini, maka foto anda akan muncul di daftar foto-foto yang diupload dari lokasi tersebut.
Dengan begitu, post anda akan lebih mudah ditemukan oleh orang lain.
lokasi foto instagram

Visibilitas
Ini cukup populer di Indonesia. Terutama bagi mereka yang jualan produk.
Cara kerjanya begini:
  1. Cari satu (atau lebih) pengguna Instagram yang followernya banyak (bisa artis betulan, bisa juga tidak)
  2. Lihat apakah mereka menerima endorsement, biasanya ada emailnya
  3. Hubungi email tersebut
  4. Kirimkan produk anda, kalau diterima
  5. Dalam beberapa hari mereka akan mengupload foto produk anda beserta komentar
Ini salah satu contoh sederhana yang saya temukan:
Endorse Instagram
Setelah itu, maka anda akan mendapatkan follower atau bahkan pembeli langsung.
Kalau anda ingin belajar lebih lanjut mengenai endorsement, silahkan ikuti thread ini di Kaskus.
Gunakan hashtag di Instagram, tapi hati-hati
Hashtag di Instagram terbukti akan meningkatkan jumlah like dan komentar. Bahkan, semakin banyak hashtag semakin tinggi jumlah like dan komentarnya:
Hashtag di instagram
Tapi anda harus berhati-hati, jangan pernah gunakan hashtag yang tidak ada hubungannya.
Apalagi yang seperti #like4like dan sejenisnya.
Justru akan merusak reputasi anda sendiri.

0 Response to "Teknik Mendapatkan Followers dan Like di Instagram, Twitter, dan Facebook"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel